Friday, February 3, 2017

Cerita yang bahkan aku saja tak tahu arahnya kemana

Sebelumnya, aku, seperti bisa menebak garis takdir ku. Terutama mengenai hal ini. Karma yg suatu hari akan akan aku rengkuh, selama.. tergantung seberapa lama orang itu terluka krnnya.

Entah apa istilah dalam islamnya, aku tau aku akan bertemu karmaku someday. Semua perbuatan akan dibalas bukan? Dan begitu mudah mengetahui akan hadir nya karena memang begitu mudah mengingat kesalahan, ketimbang kebaikan. Dan aku, selalu hafal akan kesalahan-kesalahan ku.

Karma ini tidak datang tiba-tiba. Bahkan karma ini sendiri merupakan kumpulan dari pilihan yang ku pilih. Aku yg memilih untuk memeluknya, melepas, menerima rasa sakit, kemudian belajar mengikhlaskan.

Aku tahu bahwa jalan yang kupilih beberapa tahun yang lalu itu akan menemukan jalan buntunya. Namun, karena memang diawali dengan ego nafsu ku, aku tidak peduli yang terpenting aku berjalan diatasnya. Naif aku kupikir dulu bahwa aku harus utamakan hati ketimbang akal. Dan memang, sesungguhnya jalan itu sangat indah. Aku sangat menikmati pilihan hati. Tapi sekali buntu, tetap saja buntu. Sudah kucoba untuk melanjutkan jalannya, tapi ketir. Jalan ini bukan menuju rumah.

Ah ngomong apa.

Dengan pilihan ku yang lalu, suatu kejahatan, akhirnya kini pulang juga pada diriku. Karma kata orang. Dan entah mengapa karma ini memiliki kronologis persis dengan yang lalu. Namun, sakitnya  itu kini aku yg merasa. Dan bodohnya, aku yg membiarkan dan membuat itu terjadi.

Kadang aku merasa tolol untuk berjalan dengan akal daripada ego nafsu ku. Tahu apa akal dibanding hati. Selama bahagia, mengapa mengkhianati hati.
Tapi ya.. bukan kah manusia diberi akal untuk berpikir, untuk menyeimbangkan kehidupannya dengan rasional. Akal ada untuk menahan nafsu. Bukannya begitu?

Dan kemudian akal hadir memberi ku petuah bahwa ada si Yang Maha membolak balik kan hati. Mengapa tidak bersandar kepadaNya jika kamu memiliki akal bahwa ini akan membawa mu kedalam keburukan, meski tidak kini, tp suatu hari.
Dan satu hal yang ku ilhami dari karma yang membawa penyakit ini, bahwa kesalahan tidak selamanya suatu yg salah. Kejahatan tidak selamanya jahat. Jika pada akhirnya dapat memberikan pelajaran untuk merela. meski karma yg datang aku yang undang.

Jadi, untuk pelajaran merelakan yang telat kudapatkan beberapa tahun, tak mau lagi aku rencanakan sendiri takdirku, kini saatnya aku serahkan diriku pada takdirMu.

- Teruntuk akal ku yg bersandar pada quotes ini :
"while love may make you feel better about your relationship problems, it doesn’t actually solve any of your relationship problems"

Ah ngomong apa.