Sunday, February 19, 2017

Euphoria Shyamalan

Dibioskop sekarang lagi tayang tuh film namanya Split.  bukan cerita tentang anak Cheers yang jago split. bukan. bukan juga cerita tentang suami istri yang split alias cerai. bukan. Split ini bertema pshycological thriller movies ( yang mana selalu im excited about wkwkwk), dan bercerita tentang satu orang yang identitasnya bisa split sebanyak 23 identitas. bukan karena dia mo nipu, tapi thats who he is. Ya karena mental disordernya.

Despite of all the movies that happening now in cinema, i definitely choose Split instead. gak dipungkiri, kalo film-film yang lain emang memiliki kecantikan dan kekerenannya sendiri. kek La la land si pemenang Golden Globes, yang sinematik artnya jempolan, atau........ hm gatau lagi deng film yang happening apa wkwkwkwk.

tapi ini kan berbicara selera. ya, kalo aku pribadi sih, aku lebih prefer ke film yang ceritanya mindblowing, dan alur yang tricky dan plot twist. ya cem kek Split ini. mungkin karena aku dewain banget orang yang jago bikin storyline yang kece. yang menurut aku otaknya hebat dengan apik menyusun skenario yang menarik. dan itu keren.

dan gatau aku lebay apa engga, tapi sepanjang nonton film beberapa kali mulut aku literally nganga haha. gak kek film drama-romance yang mungkin kita bisa tebak endingnya kira-kira seperti apa, Split bener-bener membuyarkan aku untuk menebak apa yang terjadi selanjutnya. bahkan aku ga ngira kalo ini bakal kek gini, ini bakal kek gini. gak sama sekali. wkwk. seluruh ceritanya benar-benar tak tertebak. (atau akunya aja yang bego wkwk)

dan pas film selesai, kek aku semacam ngeh dari adegan-adegan yang ada. OH PANTES YA TD CERITANYA KEK GITU. 
kek setiap shoot,ternyata punya meaning dan maksud sendiri gitu loh. 

terus, yang aku juga suka, filmnya ini berbobot, punya nilai dan ilmu psychology wkwkwk. maafkan kalo aku masih orang awam, tapi menurut aku film yang bagus ya emang harus punyai nilai moral dan ilmu yang dipetik. bukan cuma, cerita tentang kehidupan, tetapi kek semacam apa ya.. kek bisa nge impact ke diri kita. dan Split, yang gue sarikan, memiliki nilai itu. pas mau ending film, favorit banget linenya James Mcavoy yang bilang we are who we believe we are. (kek nya gitu deh linenya wkwkwk lupa juga).  klise bgt sih.. tapi Shyamalan dengan amat smart menvisualisasikan kalimat itu, dengan karakter-karakter yang ada sebanyak 23 identitas  yang dimainkan oleh Mcavoy seorang, ditambah penegasan fiksional dengan munculnya identitas monster dalam diri seseorang, yang sebenernya fiksi banget dan dirasa imposible to happen, tapi itu lah cara Shyamalan untuk negesin kalo kita bisa beyond of our imagination, asal kita percaya.

Shyamalan kek punya gaya yang khas untuk ngeciptain film yang tricky dan dia banget buat bikin film genre horor yang tipernya bikin kita facing our own fear, tanpa adanya hantu-hantuan, dan tanpa gue harus ngumpet dibalik jaket gue sambil mengintip adegan yang horor itu.
ya... anak cem gue yang gak berani nonton hantu-hantuan di bioskop emang lebih nge pas sih sama yang tipe Shyamalan ini. 
yeu bilang aja penakut. wkwkwkwk. 
dan sampe akhirnya, gue sama amel pun menjadi berniat untuk mengkepoin film-filmnya Shyamalan yang lain. wkwkwk.